Waktu yang Tepat untuk Rapid Test

Menjadi upaya guna menekan penyebaran virus corona di Indonesia, pemerintah gencar melakukan program rapid test di seluruh wilayah negeri ini. Termasuk salah satunya rapid test Kimia Farma, jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah seiring rancunya aturan yang ditetapkan pemerintah mengenai pencegahan dan penanganan pandemi.

Bermodalkan tes cepat secara massal, pemerintah berharap kasus yang muncul setidaknya bisa diantisipasi. Dengan menggunakan hasil tes rapid tersebut, tenaga kesehatan memiliki waktu lebih awal dalam menangani pasien agar tidak berada dalam kondisi kritis. Potensi penyebaran juga bakal semakin sedikit apabila masyarakat dalam negeri selalu taat peraturan kesehatan.

Rapid Test Kimia Farma

Upaya pemerintah mengoptimalkan layanan atas kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan selama pandemi terus ditingkatkan. Melalui perusahaan BUMN Farmasi, PT Kimia Farma membangun fasilitas produksi rapid tes yang telah memasuki tahap penyelesaian awal tahun 2021 ini dan mulai beroperasi tahun ini pula.

Fasilitas produksi rapid test ini merupakan industri alat kesehatan yang terdapat di Pulai Bali, berstatus sebagai raja indutrsi pariwisata Pulau Dewata diharapkan koan bertambah terkenal dengan industri kesehatan yang ada saat ini. Kehadiran Kimia Farma di pelosok negeri merupakan komitmen mendukung peran pemerintah melalui Menteri BUMN.

Berbicara soal liburan dan destinasi wisata, meski di tengah pandemi industri ini tetap menggeliat dan menunjukkan eksistensinya. Termasuk salah satunya di Bali, destinasi wisata yang sudah pasti banjir akan pengunjung jika memasuki hari libu atau hari raya. Namun, perlu diperhatikan bagi masyarakat yang ingin berpergian, harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

Kapan Rapid Test Dilakukan?

  • Maksimal H-2

Biasanya yang digunakan swab antigen, dinilai lebih akurat dalam mendeteksi keberadaan virus corona dan dibanderol dengan harga cukup murah yakni sebesar Rp400 ribu. Sebagai syarat bepergian, termasuk dalam urusan pekerjaan di Pulau Bali. Sudah barang tentu hasil swab antigen ini setidaknya dapat digunakan sebagai deteksi dini.

  • Cegah Kerumunan

Biasanya kerumunan identik dengan perayaan, seperti malam tahun baru salah satunya, tentu jika ingin menekan kasus positif dan menahan laju angka penambahan pasien tindak tegas masih diperlukan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti adanya pos kontrol untuk mengurai kerumunan.

Pemerintah juga menyediakan lahan dan tempat khusus bagi pasien Covid-19 yang sedang dalam penyembuhan. Polisi juga tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk acara apapun, meski demikian masih banyak yang mengabaikannya. Diperlukan kesadaran tinggi untuk setidaknya dapat mencegah penularan Covid-19.

Prosedur Rapid Test

Tes antigen dapat dibilang sebagai tes screening guna mendeteksi virus corona dalam tubuh seseorang, tes ini merupakan immunoassay yang mendeteksi keberadaan antgen virus tertentu dan berdampak menjadi infeksi. Untuk mengumpulkan sampel akan diuji, tes screening ini menggunakan teknik swab pada hidung atau tenggorokan seperti PCR termasuk di rapid test Kimia Farma.

Menjawab pertanyaan kapan swab antigen perlu dilakukan, menurut CDC (Centers of Disease Control and Prevention) proses ini paling efektif dilakukan keika seseorang dites pada tahap awla infeksi Covid-19. Dengan alasan bahwa di masa tersebut jumlah virus berada dalam kelompok besar dan yang paling tinggi di dalam tubuh. 

Meski begitu rapid tes antigen dapat dikatakan kurang sensiftif ketimbang swab PCR, karenanya hasil dari swab antigen masih harus dikonfirmasi kembal dengan menggunakan tes PCR. Sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan Indonesia, bahwa pemeriksaan rapid test tidak digunakan untuk diagnostik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *