Lakukan Tes Covid 19? Di Prodia Depok Saja

Kasus Covid 19 di Indonesia masih mencekam. Jakarta dan daerah penyangganya pun masih berstatus zona merah karena ribuan kasus Covid 19 terus terdata tiap hari. Contohnya saja di Kota Depok, per 5 Agustus 2021 tercatat, kasus aktif Covid 19 di kota mencapai 7.914 kasus. Total kasus di Depok sendiri dari awal pandemi sampai sekarang berada di angka 93.687. 

Kewaspadaan jangan dikendurkan melihat status aktif Kota Depok yang masih besar. Jika memang memiliki kontak erat dengan pasien Covid 19 atau merasakan gejala infeksi Covid 19, segera lakukan pemeriksaan Covid 19. Anda bisa melakukannya di banyak tempat, tidak terkecuali di Prodia Depok. Tes Covid 19 bahkan merupakan salah satu layanan unggulan di Prodia Depok yang berlokasi di Jalan Margonda ini. 

Ada tiga jenis tes Covid 19 yang setidaknya sudah diakui oleh dunia dan memiliki akurasi yang mumpuni untuk mengecek status infeksi Covid 19 pada seseorang. Ketiga tes ini pun bisa dilakukan di Prodia Depok. 

Tes PCR 

Tes polymerase chain reaction (PCR) atau yang dikenal juga sebagai tes molekuler disebut-sebut sebagai tes yang paling akurat untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi Covid 19 pada diri seseorang. Tes diagnostik memiliki tingkat akurasi positif di atas 90 persen. Jadi jika seseorang terdeteksi terinfeksi Covid 19 lewat tes PCR, bisa dipastikan hasilnya memang benar. Hanya saja, waktu pemerolehan hasil dari tes ini paling lama dibandingkan tes Covid 19 yang lain, bisa memerlukan waktu rata-rata 24 jam. 

Banyak fasilitas kesehatan yang sudah menyediakan layanan tes PCR, tidak terkecuali Prodia Depok. Untuk melakukan tes PCR, penyedia layanan kesehatan akan mengumpulkan lendir dari hidung atau tenggorokan Anda menggunakan alat usap khusus. Sampel tersebut kemudian akan dibawa laboratoium untuk melihat ada tidaknya RNA dari virus corona baru penyebab Covid 19 atau tidak. 

Meskipun dinilai paling akurat, banyak orang masih enggan menjalani tes PCR. Ada dua alasan utama penolakan terhadap jenis tes ini. Pertama, metode mengambil lendir di hidung dan tenggorokan lewat alat usap dianggap sebagai sesuatu yang menyakitkan. Kedua, harga tes PCR memang lebih mahal daripada tes-tes Covid 19 lainnya. 

Tes Antigen 

Jenis tes diagnostik ini sering disebut rapid test atau tes cepat. Anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hasil dari tes tersebut. Rata-rata alat tes antigen akan menunjukkan hasil positif atau negatif di bawah waktu 30 menit. Karena waktu pemerolehan hasilnya yang cepat, tes antigen menjadi tes yang kerap digunakan untuk menyaring sejumlah besar orang, seperti di bandara atau tempat umum lainnya. 

Prosedur tes antigen dalam pemerolehan sampel tidak berbeda dengan tes PCR. Penyedia layanan akan menyeka bagian belakang hidung atau tenggorokan Anda untuk mengumpulkan sampel untuk pengujian menggunakan alat usap. Kemudian, sampelnya tinggal ditaruh pada kit test. Karena tidak perlu dibawa ke laboratorium lagi, saat ini tengah populer penggunaan alat tes antigen secara mandiri. Walaupun memang, lebih disarankan Anda melakukan tes ini di Prodia Depok atau fasilitas kesehatan lainnya agar pengusapan sampel lebih aman dan nyaman. 

Tingkat akurasi tes antigen untuk Covid 19 pun terbilang tinggi. Untuk hasil positif, tingkat akurasinya juga mencapai 90 persen. Hanya saja, sensitivitas tes antigen masih rendah jadi akurasi dari hasil negatif hanya berada di kisaran 50 persen. 

Tes Serelogi 

Ini merupakan tes yang mencari antibodi tuuh Anda terhadap virus corona baru. Antibodi adalah protein yang diproduksi sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan penyerang asing, seperti virus. Bukan hanya mampu mendeteksi ada tidaknya infeksi Covid 19 di tubuh Anda, tes serelogi juga mampu mengecek pernah tidaknya ada terinfeksi Covid 19 di waktu lampau. 

Hanya saja, akurasi untuk tes ini menanggapi kasus aktif sangatlah rendah. Tes serelogi baru disarankan dilakukan setelah 14 hari Anda mengalami gejala Covid 19. Di mana diperkirakan dalam jangka waktu tersebut, antibodi terhadap Covid 19 baru terbentuk. 

Pengambilan sampel dan pendeteksian tes serelogi tidak bisa dilakukan di rumah. Anda mesti datang ke Prodia Depok atau fasilitas kesehatan lainnya untuk melakukan pengambilan darah guna menjadi sampel tes serelogi yang harus dilakukan di laboratorium. 

***

Jangan tunda pergi ke Prodia Depok apabila Anda merasakan gejala Covid 19. Pengecekan Covid 19 secara cepat lewat tes yang akurat akan membuat penanganan terkait infeksi ini lebih tepat. 

Waktu yang Tepat untuk Rapid Test

Menjadi upaya guna menekan penyebaran virus corona di Indonesia, pemerintah gencar melakukan program rapid test di seluruh wilayah negeri ini. Termasuk salah satunya rapid test Kimia Farma, jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah seiring rancunya aturan yang ditetapkan pemerintah mengenai pencegahan dan penanganan pandemi.

Bermodalkan tes cepat secara massal, pemerintah berharap kasus yang muncul setidaknya bisa diantisipasi. Dengan menggunakan hasil tes rapid tersebut, tenaga kesehatan memiliki waktu lebih awal dalam menangani pasien agar tidak berada dalam kondisi kritis. Potensi penyebaran juga bakal semakin sedikit apabila masyarakat dalam negeri selalu taat peraturan kesehatan.

Rapid Test Kimia Farma

Upaya pemerintah mengoptimalkan layanan atas kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan selama pandemi terus ditingkatkan. Melalui perusahaan BUMN Farmasi, PT Kimia Farma membangun fasilitas produksi rapid tes yang telah memasuki tahap penyelesaian awal tahun 2021 ini dan mulai beroperasi tahun ini pula.

Fasilitas produksi rapid test ini merupakan industri alat kesehatan yang terdapat di Pulai Bali, berstatus sebagai raja indutrsi pariwisata Pulau Dewata diharapkan koan bertambah terkenal dengan industri kesehatan yang ada saat ini. Kehadiran Kimia Farma di pelosok negeri merupakan komitmen mendukung peran pemerintah melalui Menteri BUMN.

Berbicara soal liburan dan destinasi wisata, meski di tengah pandemi industri ini tetap menggeliat dan menunjukkan eksistensinya. Termasuk salah satunya di Bali, destinasi wisata yang sudah pasti banjir akan pengunjung jika memasuki hari libu atau hari raya. Namun, perlu diperhatikan bagi masyarakat yang ingin berpergian, harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

Kapan Rapid Test Dilakukan?

  • Maksimal H-2

Biasanya yang digunakan swab antigen, dinilai lebih akurat dalam mendeteksi keberadaan virus corona dan dibanderol dengan harga cukup murah yakni sebesar Rp400 ribu. Sebagai syarat bepergian, termasuk dalam urusan pekerjaan di Pulau Bali. Sudah barang tentu hasil swab antigen ini setidaknya dapat digunakan sebagai deteksi dini.

  • Cegah Kerumunan

Biasanya kerumunan identik dengan perayaan, seperti malam tahun baru salah satunya, tentu jika ingin menekan kasus positif dan menahan laju angka penambahan pasien tindak tegas masih diperlukan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti adanya pos kontrol untuk mengurai kerumunan.

Pemerintah juga menyediakan lahan dan tempat khusus bagi pasien Covid-19 yang sedang dalam penyembuhan. Polisi juga tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk acara apapun, meski demikian masih banyak yang mengabaikannya. Diperlukan kesadaran tinggi untuk setidaknya dapat mencegah penularan Covid-19.

Prosedur Rapid Test

Tes antigen dapat dibilang sebagai tes screening guna mendeteksi virus corona dalam tubuh seseorang, tes ini merupakan immunoassay yang mendeteksi keberadaan antgen virus tertentu dan berdampak menjadi infeksi. Untuk mengumpulkan sampel akan diuji, tes screening ini menggunakan teknik swab pada hidung atau tenggorokan seperti PCR termasuk di rapid test Kimia Farma.

Menjawab pertanyaan kapan swab antigen perlu dilakukan, menurut CDC (Centers of Disease Control and Prevention) proses ini paling efektif dilakukan keika seseorang dites pada tahap awla infeksi Covid-19. Dengan alasan bahwa di masa tersebut jumlah virus berada dalam kelompok besar dan yang paling tinggi di dalam tubuh. 

Meski begitu rapid tes antigen dapat dikatakan kurang sensiftif ketimbang swab PCR, karenanya hasil dari swab antigen masih harus dikonfirmasi kembal dengan menggunakan tes PCR. Sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan Indonesia, bahwa pemeriksaan rapid test tidak digunakan untuk diagnostik.