Penyebab Keputihan Bening Abnormal

Keputihan merupakan hal wajar dialami oleh setiap wanita. Keputihan merupakan cara alami tubuh wanita untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaannya. Setiap wanita akan mengalami keputihan normal selama masih mengalami menstruasi. Ketika wanita mulai memasuki masa menopause, barulah keputihan akan berkurang. Keputihan normal pada umumnya berwarna bening, elastis dan tidak berbau. Keputihan bening ini biasanya menjadi pertanda ovulasi atau masa subur Anda.

Keputihan normal merupakan keputihan yang paling sering terjadi dan dapat dialami oleh semua wanita, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hanya saja, jumlah, warna, dan konsistensi cairan keputihan yang keluar dapat berbeda-beda.

Keputihan tanda hamil bedanya dengan keputihan haid bisa dilihat dari warna hingga tekstur

Meskipun keputihan itu normal, Anda juga perlu waspada jika cairan keputihan mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi wanita. Keputihan yang berciri seperti ini sering kali merupakan salah satu ciri penyakit kelamin wanita.

Apa yang Menjadi Penyebab Keputihan Tidak Normal?

Keputihan yang dialami setiap wanita berbeda-beda, mulai dari jumlah cairan yang keluar hingga warna dan tekstur cairan. Keputihan normal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh.

Sementara itu, keputihan yang tergolong tidak normal disebabkan oleh vulvovaginitis, infeksi, baik karena jamur, bakteri (vaginosis bakterialis, gonore, chlamydia), atau parasit (trikomoniasis). Selain infeksi, keputihan juga dapat menjadi tanda dari kanker rahim atau leher rahim. 

Selain itu, keputihan abnormal juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan, seperti antibiotik dan kortikosteroid, iritasi vagina akibat penggunaan sabun yang memiliki wangi atau pembersih vagina, dan cara membersihkan vagina yang tidak benar.

Keputihan yang tidak normal biasanya akan membuat wanita merasa terganggu akibat munculnya gejala-gejala tertentu. Berikut ini adalah ciri-ciri keputihan bening abnormal yang perlu diperhatikan:

  • Berbau tidak sedap (misalnya bau busuk atau amis) dan menyengat.
  • Jumlahnya meningkat secara tiba-tiba tidak seperti biasanya.
  • Berwarna kuning, kehijauan, atau keabu-abuan dengan tekstur kental. Terkadang keputihan abnormal juga bisa memiliki tekstur yang menggumpal.
  • Keluar darah dan nyeri setiap berhubungan seks atau di luar waktu menstruasi.
  • Vagina terasa gatal atau nyeri.
  • Vulva dan vagina tampak kemerahan dan bengkak.

Ada beberapa faktor yang membuat seorang wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan, antara lain:

  • Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  • Menderita penyakit diabetes.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan.
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya penyakit HIV.
  • Terdapat iritasi di dalam atau sekitar vagina.
  • Menipisnya dinding vagina akibat menopause.
  • Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan semprotan air.
  • Menggunakan sabun atau losion yang mengandung parfum atau pewangi.

Cara Mencegah Keputihan Abnormal

Ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi risiko keputihan abnormal, antara lain:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun, karena dapat menyerap keringat dan menjaga kelembapan area kewanitaan.
  • Bersihkan area dengan menggunakan air hangat dan sabun yang berbahan lembut. Setelah itu, keringkan vagina dari arah vagina menuju anus untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari menggunakan produk pembersih vagina atau sabun yang mengandung pewangi. Hal ini karena penggunaan produk tersebut dapat membasmi bakteri baik di vagina yang berfungsi untuk melindungi vagina dari infeksi.
  • Hindari berendam atau mandi dengan air panas terlalu lama dan sering.
  • Segera ganti pakaian dalam atau celana ketika basah, misalnya ketika banyak berkeringat atau setelah berenang.
  • Ganti pembalut secara rutin selama menstruasi.

Jika Anda tidak mengalami keputihan bening, atau terjadi keputihan bening tak normal seperti yang sudah dijelaskan di atas dan disertai berbagai macam gejala lain, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan serangkaian tes untuk mendiagnosa penyebab keputihan abnormal yang Anda alami. Hal ini dapat diketahui setelah Anda melakukan pemeriksaan fisik dan panggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *