Kool Fever Atasi Demam Pada Anak

Merupakan suatu hal yang normal untuk tubuh mengalami fluktuasi suhu sepanjang hari. Namun umumya, apabila suhu tubuh melebihi 38 derajat Celsius, ini artinya Anda atau keluarga sedang menderita demam. Dalam kasus ringan, demam pada anak dapat diatasi menggunakan obat seperti Kool Fever. Demam merupakan cara tubuh untuk melawan penyakit. Meskipun sangat mungkin menderita demam tanpa adanya sebab yang jelas, demam umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. 

Berikan anak Kool Fever apabila ia menunjukkan adanya tanda dan gejala demam. Pada orang dewasa, gejala demam yang sering dirasakan di antaranya adalah sakit kepala, dahi yang terasa hangat, tubuh menggigil, nyeri otot, rasa lelah, nyeri mata, hilangnya nafsu makan, dehidrasi, dan kelenjar getah bening yang membengkak. Bayi atau anak-anak yang menderita demam juga akan rewel dibandingkan dengan biasanya, kulit yang memerah, pucat, kesulitan menelan, serta tidak ingin makan atau minum. Dalam kasus yang parah, gejala demam dapat melibatkan bingung, kejang, keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, rasa nyeri saat buang air kecil, ruam kulit, muntah, dan diare. Hubungi dokter segera mungkin apabila gejala demam bertambah parah dan tidak kunjung sembuh meskipun telah mendapatkan perawatan. 

Demam dan COVID-19

Di awal tahun 2020, virus baru mulai menjadi perbincangan dan menyebar di seluruh dunia menyebabkan sebuah pandemi penyakit yang dikenal dengan sebutan COVID-19. Salah satu gejala COVID-19 adalah demam yang dapat berubah menjadi semakin parah seiring dengan berjalannya waktu. Gejala lain COVID-19 di antaranya adalah sesak napas dan batuk kering, yang secara perlahan berubah menjadi lebih parah. Bagi banyak orang, gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat tanpa perhatian medis khusus. Namun, Anda harus mencari layanan kegawatdaruratan apabila Anda atau anggota keluarga mengalami sesak napas, bingung, bibir membiru, atau rasa nyeri dada yang tak kunjung reda. 

Guna mengetahui apakah Anda atau anggota keluarga sedang menderita demam atau tidak, memeriksa suhu tubuh menggunakan thermometer dapat menjadi sebuah metode akurat untuk memastikan kondisi ini. Salah satu jenis thermometer yang paling sering digunakan adalah thermometer mulut. Sesuai namanya, thermometer ini digunakan untuk mengukur suhu di dalam mulut. Biasanya thermometer ini memiliki pembacaan digital, akan berbunyi ketika hasil pembacaan telah selesai, dan bahkan akan memberikan peringatan apabila suhu yang diukur cukup tinggi untuk dianggap sebagai demam. Namun, mengukur suhu lewat mulut lebih baik dilakukan pada orang dewasa dibandingkan dengan pada anak. Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan hasil pembacaan yang akurat, Anda harus menutup mulut dengan ujung thermometer di dalamnya selama 20 detik. Hal ini akan sulit untuk dilakukan oleh anak ataupun bayi. 

Ada pula thermometer telinga, yang digunakan untuk mengukur suhu selaput tympanic atau dikenal dengan nama gendang telinga. Meskipun thermometer jenis ini lebih sering dijumpai pada lingkungan medis profesional, Anda juga bisa menggunakannya di rumah. Thermometer telinga menggunakan pembacaan digital dan akan memberikan hasil dalam hitungan detik saja. Bayi usia 6 bulan ke atas, anak-anak, dan orang dewasa dapat menggunakan thermometer ini. Karena hasil pembacaan yang cepat, sering thermometer ini menjadi pilihan yang mudah bagi para orang tua untuk menggunakannya pada bayi dan balita. Sebuah studi menemukan bahwa thermometer jenis ini sama efektifnya dengan thermometer mercury dalam kaca. Setelah hasil pembacaan keluar dan menunjukkan anak menderita demam, orang tua bisa memberikan Kool Fever pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *