Dexteem Plus Tablet

Dexteem plus tablet adalah obat yang berfungsi untuk meredakan gejala alergi serta peradangan yang terjadi pada kulit. Didalam dexteem plus terdapat kombinasi kortikosteroid Dexametason serta Chlorpheniramin sebanyak 0,5mg dan 2mg. 

Beberapa manfaat dexteem plus tablet:

  • Mengobati peradangan yang terjadi pada kulit yang disebabkan oleh alergi
  • Mengurangi gejala kemerahan, kulit gatal, serta eksim pada kulit
  • Meringankan gejala pilek, gatal, hidung berair, serta bersin yang disebabkan oleh alergi
  • Membantu mengurangi gejala asma

Bagaimana cara penggunaan obat ini?

Dexteem plus adalah jenis obat keras yang harus didapat oleh petunjuk dokter. Obat ini dapat diminum sesudah atau sebelum makan. Penggunaan obat pada orang dewasa diperlukan 3-4 kali sehari dengan dosis 1-2 tablet. Sedangkan pada anak dengan umur dibawah 12 tahun dapat meminumnya 3-4 sehari dengan dosis ½ tablet.

Apakah terdapat efek samping yang  mungkin dihasilkan setelah meminum obat ini?

  • Sakit kepala serta pusing
  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Konstipasi (penyakit gangguan pencernaan)
  • Kelemahan otot
  • Gangguan tidur
  • Gangguan irama jantung

Perhatian khusus saat menggunakan obat ini:

-orang dengan riwayat gangguan fungsi hati dan ginjal dapat mengkonsultasikan penggunaan obat terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

-Ibu hamil dan menyusui harus mendapatkan persetujuan dokter sebelum menggunakan dexteem plus

-orang yang sedang mengkonsumsi obat lain selain dexteem plus harus mengkonsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat untuk memastikan apakah terdapat indikasi berbahaya atau tidak jika obat dikonsumsi bersamaan. 

-jika setelah penggunaaan obat terdapat gejala efek samping yang timbul berupa sakit kepala serta pusing, gangguan pencernaan, gangguan tidur, hingga gangguan irama jantung, segera berhentikan penggunaan obat.

-hindari berkendara saat akan menggunakan obat ini karena dapat menyebabkan kantuk pada penderita.

Atasi Keluhan Bau Mulut Dengan Cara Berikut

Bau mulut adalah salah satu masalah mulut yang sangat mengganggu. Penderita akan dibuat menjadi tidak pede akan penyakit satu ini. Keluhan bau mulut atau yang biasa disebut dengan halitosis ini kasusnya cukup sering dijumpai dimasyarakat baik kalangan muda atau usia lanjut. Lalu apa saja sebenarnya pemicu bau mulut dapat terjadi pada seseorang? Simak penjelasan berikut:

  1. Bawaan penyakit

Bau mulut dapat terjadi akibat penyakit bawaan seperti sinusitis, mulut kering (xerostomia), hingga masalah pencernaan. Saat seseorang terkena penyakit yang mengakibatkan gangguan pada tenggorokan, penyakit yang menyebabkan mulut kering, hingga pencernaan yang tidak baik, hal ini akan memicu terjadinya aroma tak sedap pada mulut.

2. Bakteri

Makanan dan minuman yang tersisa pada mulut juga akan memicu pertumbuhan bakteri serta plak. Bakteri serta plak yang tertinggal dalam mulut inilah yang akhirnya mampu membuat mulut beraroma tidak sedap. 

3. Makanan atau minuman tertentu

Makanan dengan aroma kuat seperti bawang, rempah, kopi, serta makanan manis dapat menimbulkan aroma kuat dan khas setelahnya. Jika tidak segera membersihkan area mulut setelah mengkonsumi makanan dengan beraroma kuat, ini juga akan memicu terjadinya bau mulut.

4. Rokok

Perokok aktif rentan terkena penyakit bau mulut. Mengapa ini bisa terjadi? ini disebabkan oleh produk tembakau pada rokok yang mampu menimbulkan aroma tidak sedap pada mulut. Apalagi saat tidak rajin membersihkan area mulut, perokok akan sangat rentan terkena masalah bau mulut (halitosis).

5. Masalah gusi atau radang pada bagian mulut

Penyakit bau mulut juga dapat terjadi jika terdapat masalah gusi pada bagian mulut. Penyakit gusi ditandai dengan gusi yang meradang akibat plak yang menumpuk pada permukaan gusi. 

Lalu bagaimana cari mengatasi bau mulut?

Bau mulut dapat diatasi dengan berbagai cara. Mulai dari mengkonsultasikannya pada dokter atau mengatasinya sendiri dirumah. Anda dapat lakukan beberapa hal berikut untuk mengatasi bau mulut:

1. Bersihkan gigi secara rutin

Hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut adalah bersihkan area mulut secara teratur. Sikat gigi dengan minimal 2 kali sehari menggunakan pasta gigi antibakteri dapat sangat membantu mengurangi bau tidak sedap pada mulut.

2. Rajin bersihkan lidah

Lidah yang kotor juga dapat menjadi sarang bakteri sehingga memicu bau mulut. Dengan rajin membersihkan area lidah, bakteri disekitar lidah dapat hilang dan bau tidak sedap dapat dikurangi.

3. Gunakan obat kumur

Untuk membuat area mulut menjadi lebih bersih, gunakan obat kumur yang mengandung antiseptik didalamnya. Anda dapat gunakan obat kumur Betadine untuk penggunaan harian setelah menyikat gigi. 

Betadine obat kumur memiliki kandungan antiseptik povidone-iodine yang mampu mengurangi bau mulut serta membantu napas agar tetap segar.  

Anda bisa menggunakannya 3-4 kali sehari setelah sikat gigi atau sesuai kebutuhan.

4. Konsumsi air putih yang banyak

Bau mulut dapat dipicu oleh tingkat dehidrasi seseorang. Saat tubuh dehidrasi, air liur cenderung memiliki performa yang kurang baik sehingga memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut. Anda dapat konsumsi air putih sebanyak 8 gelas perhari untuk cukupi kebutuhan air dalam tubuh.

5. Hindari makanan pemicu

Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat memicu terjadinya bau mulut seperti bawang, kopi, dan makanan manis. Anda dapat menggantinya dengan makanan sehat lain seperti yogurt, buah dan sayuran, teh hijau, hingga permen karet bebas gula.

6. Rutin periksa masalah kesehatan gigi ke dokter

Minimal periksakan kesehatan gigi dalam 6 bulan sekali untuk mengetahui kondisi dan kesehatan pada rongga mulut. Rutin memeriksa kesehatan gigi juga baik bagi kesehatan tubuh dan dapat terhindar dari gangguan kesehatan lainnya.

Itulah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut. Jika bau mulut ditandai dengan beberapa gejala infeksi lainnya pada tubuh, lebih baik untuk konsultasikan masalah bau mulut pada dokter agar mendapat perawatan medis